Listrik Dinamis

Arus Listrik dan Beda Potensial

Arus listrik adalah aliran muatan listrik. Arah elmengarir dari potensial rendah ke potensial tinggi dan arus listrik mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah. Arus listrik akan mengalir jika :

  1. sumber arus
  2. adanya penghantar
  3. adanya rangkain tertutup
  4. pada penghantar terjadi beda potensial

Kuat arus adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir di dalam suatu penghantar selama satu sekon. Persamaan untuk kuat arus adalah :

kuat arus

Keterangan :

I              = kuat arus (A)

Q             = banyaknya muatan listrik (C)

t               = selang waktu (s)

Alat Ukur Listrik

  1. Alat pengukur kuat arus listrik adalah amperemeter. Dalam penggunaannya amperemeter dipasang seri pada rangkaian.
  2. Alat pengkur tegangan listrik adalah voltmeter. Dalam penggunaannya voltmeter dipasang parallel pada rangkaian.
Amperemeter dan Voltemeter
Sumber: industrialelectronicsinstallation.blogspot.com

Gambar Amperemeter dan Voltemeter

Hukum OHM

  1. Kuat arus yang mengalir dalam suatu penghantar sebanding dengan beda potensial anatara ujung-ujung penghantar.
  2. Sebuah penghantar memiliki hambatan 1 ohm, apabila beda potensial I volt pada ujung-ujung penghantar meghasilkan arus 1 ampere.

hambatan

Keterangan :

R             = hambatan (Ω)

V             = beda potensial (V)

I              = kuat arus (A)

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Besarnya Hambatan Sebuah Penghantar

Besarnya hambatan suatu kawat penghantar :

  1. Berbanding lurus dengan panjang kawat
  2. Berbanding terbalik dengan luas penampang kawat
  3. Bergantung kawatnya (hambatan jenis)

Secara matematis dapat ditulis dalam persamaan

hambatan 2

Keterangan :

R     = hambatan (Ω)

r     = hambatan jenis (Ωm)

l      = panjang kawat (m)

A     = luas penampang kawat (m2)

Penggolongan Zat Berdasarkan Kemampuan Menghantarkan Listrik

1.      Isolator (penyekat)

Zat yang tidak dapat menghantarkan arus listrik karena tidak memiliki elektron bebas (tetapi pada tegangan tinggi dapat berubah menjadi konduktor). Contoh : udara, plastik, kayu kering, kaca, porselan dll.

2.      Konduktor (penghantar)

Zat yang dapat menghantarkan arus listrik karena memiliki elektron bebas.contoh : logam, raksa, bumi, tubuh manusia

3.      Semikonduktor

Zat yang daya hantar listriknya berada diantara konduktor dan isolator (pada suhu tinggi bersifat konduktor). Contoh : silikon dan germanium

4.      Superkonduktor

Zat yang kemampuan daya hantar listriknya tinggi karena bersifat bebas hambatan (tidak dipengaruhi oleh suhu)

Kuat Arus Pada Rangkaian Listrik

  1. Kuat arus pada rangkaian tak bercabang dimana-mana sama besarnya (Hk Echo Benner)
  2. Kuat arus yang masuk pada suatu titik percabangan sama besarnya dengan kuat arus yang keluar dari titik percabangan itu (Hk. Kirchhoff)

Hk

 

Hambatan Pada Rangkaian Listrik Dapat Disusun Menjadi Rangkaian Seri Dan Paralel

Jika hambatan disusun seri :

  1. Hambatan pengganti : Rs = R1 + R2 +….
  2. Tegangan : V = V+ V+ ……
  3. Arus yang mengalir : I = I= I=…..

Jika hambatan disusun paralel

  1. Hambatan pengganti : Rp = 1/R1 + 1/R2 +…..
  2. Tegangan : V = V= V= ……
  3. Arus yang mengalir : I = I+ I+…..

Leave a Comment